BANNER

Selasa, 09 Oktober 2012

Cara Mengawinkan Ikan Cupang


1. Pilih indukan
anda bisa mencari cupang di penjual ikan terdekat dan pasti ada, lalu minta pada penjualnya seekor cupang jantan, dan seekor cu[ang betina. jika anda masih belum yakin bagaimana cara membedakan jenis kelamin cupang, maka ada sedikir tips untuk anda.

a. Cupang jantan

ciri ciri :
aktif bergerak, dan agresif
warna sirip, badan, dan warna dari cupang jantan lebih terang/cerah dan indah
biasanya disebut dengan cupang serit
kalau di penjual ikan biasanya yang di taruh di botol botol tersendiri dan tidak di campur dengan cupang lain

b. Cupang Betina

Ciri ciri
gerakannya cenderung lamban dan tidak agresif seperti cupang jantan
warna sirip, badan, dan warna nya terlihat kusam dan tidah secerah yang jantan
biasanya kalau di penjual ikan, ikan cupang betina di campur jadi satu (karena memang tidak akan bertarung seperti jantannya, dan agar tidak banyak menghabiskan botol)
harganya bisanya lebih murah dari jantan
2. Setelah anda membeli sepasang cupang, di rumah sediakan wadah seperti ember lalu isi air dengan ketinggian berkisar antara 15-30 cm. ember itu adalah tempat untuk memijahkan kedua cupang.

3. Setelah itu masukkan dulu cupang jantan ke dalam ember itu, dan yang betina letakkan di tempat lain, botol misalnya. tujuan jantan dahulu yang di masukkan ke ember adalah, agar si jantan bisa mengetahui tempat baru dan terbiasa dengan teritorial baru itu. jika anda ingin membiarkan jantan mengenali tempatnya itu lebih dari sehari juga tidak apa apa, makanan yang di anjurkan adalah jentik jentik nyamuk.

4. setelah sehari, biasanya jantan akan menghasilkan gelembung gelembung kecil (busa) di permukaan air. maka sehari setelah si jantan di masukkan ke ember pemijahan, masukkan lah si cupang betina. tapi tetep masih di dalam botol, karena jika langsung di masukkan maka mereka akan berantem, dan bisa jadi gagal. biar mereka saling kenal dulu. setelah kelihatannya mereka saling suka lepaskan betian secara langsung di ember jantan, agar terjadi pembuahan. si betina mengeluarkan telur teluarnya dan jantan membuahinya lalu di tempelkan di busa tadi. waktu mereka kawin biasanya di sore hari dan pagi hari. tanda tanda jika mereka telah selesai kawin adalah si betina di usir oleh si jantan.

5. jika si betian mulai di usir oleh si jantan, maka anda harus segera memindahkan betina nya ke tempat lain. agar si betina tidak mati gara gara berantem ama si jantan.

6. Pembesaran anak
Setelah proses perkawinan dilalui dan induk betina sudah diangkat dari ember. Kini tugas pejantan untuk menjaga anaknya sampai menetas. Sang pejantan akan terus siaga berjaga dibawah sarang busa yang berisi telur. Pejantan juga akan memunguti telur yang jatuh dan meletakkan kembali dalam sarang busa. Perilaku pejantan ini bertentangan dengan sikapnya terhadap cupang lain. Cupang dewasa dikenal sebagai ikan yang suka berkelahi. Di luar negeri ikan cupang dikenal dengan nama fighting fish alias ikan petarung.

Tiga hari pasca perkawinan telur-telur akan berubah menjadi cupang. Awalnya telur berwarna putih tersebut akan memiliki mata, kemudian ekornya terbentuk dan pada hari ketiga cupang anak (burayak) terbentuk. Burayak tersebut belum dapat berenang dengan baik. Seringkali pejantan memunguti anakan yang berenang terlalu jauh dari sarang. Pejantan akan menjaga sampai burayak mampu berenang sendiri. Apabila terlihat burayak sudah mampu berenang maka pejantan diangkat dari aquarium. Selanjutnya istirahatkan pejantan.

Pada minggu pertama burayak tidak perlu diberi makan karena masih memiliki cadangan makanan dari kuning telurnya. Selanjutnya burayak diberi pakan dengan makanan yang kecil sesuai ukuran mulutnya.

7. Pemberian pakan

Proses pemberian merupakan tahapan yang sangat penting karena menentukan kelangsungan hidup anakan. Ketika berumur tiga hari kantung telur yang dimiliki oleh burayak mulai habis. Sehingga burayak akan membutuhkan suplai makanan. Biasanya para peternak memberikan pakan dengan tepung artemia salina. Namun penulis biasa menggunakan kutu air halus yang diperoleh dengan mengkultur sendiri. Hasilnya burayak akan cepat tumbuh besar. Bahkan ada beberapa peternak memberikan pakan dengan kuning telur rebus. Kuning telur nantinya akan hancur terkena air sehingga burayak akan melahap kuning telur tersebut.

Setelah berukuran cukup besar anakan ikan dapat diberi pakan cuk atau cacing sutera. Setiap pakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

a. cacing sutera/tubifex worm
Pakan ini termasuk sangat disenangi oleh ikan. Cupang yang sering mengkonsumsi cacing sutera pertumbuhannya menjadi sangat pesat. Cacing sutera memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi. Resiko yang mungkin timbul adalah kegemukan pada cupang. Bagi cupang betina terlalu banyak makan cacing mengakibatkan sulit bertelur. Cacing sutera biasanya didapatkan dari selokan yang mengalir. Oleh karena itu sebelum diberikan pada ikan kita hendaknya dibersihkan dan diberikan antibiotic.

b. cuk
Pakan yang merupakan anak nyamuk. Ncuk memiliki kandungan protein yang tinggi. Cuk sangat baik untuk mencerahkan warna cupang dan mematangkan sel telur indukan betina. Cuk juga sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan kita. Sayangnya cuk juga mengundang bibit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dewasa. Cuk yang sudah bongkok sebaiknya tidak diberikan kepada cupang karena kandungan gizinya sudah berkurang.

c. kutu air
kutu air yang termasuk pada keluarga udang-udngan renik sangat sering ditemukan di genangan air. Kutu air akan mudah ditemukan pada perairan yang mengandung ganggang dan alga. Pemberian kutu air dapat memperlebar sirip ikan kesayangan kita.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar